Ada suatu kala dimana saya senang menikmati malam di
bantaran sungai Mekong dari sisi Nong Khai, satu kota di Thailand yang
berbatasan dengan Laos. Orang Tibet menyebutnya sebagai sungai Dza-Chu, orang
China menyapanya sebagai sungai Lancang Jiang, sedangkan orang Thailand
menamainya sungai Mae Nam Khong.
Selama ribuan tahun, sungai Mekong telah menjadi sandaran
hidup manusia. Menurut catatan sejarah, bangsa Khmer telah hidup di sekitar
sungai ini sejak tahun 2100 SM. Ekskavasi arkeologis sempat menemukan beberapa
jenis koin dari era Romawi. Sekitar 700 tahun lalu, bangsa Thai melakukan
eksodus dari China Selatan dengan menyeberangi sungai Mekong yang di kemudian
hari membentuk kerajaan Siam dan menjadikan aliran air sebagai perlindungan
dari serangan musuh.
Pada tahun 1540, Antonio de Faria, seorang orang Portugis,
menjadi manusia Eropa pertama yang menjelajahi sungai Mekong. Belakangan,
Belanda pada tahun 1640-an mulai melakukan ekspedisi. Disusul kemudian
eksplorasi secara intensif oleh bangsa Perancis sekitar tahun 1860-an.
Bagi saya, sungai ini memiliki karakter yang tak biasa. Tak banyak
sungai yang mampu meninggalkan kesan dan pesan yang mendalam selain hanya sekadar daerah wisata. Tambahannya, tak banyak teman yang sudi menemani saya duduk menghabiskan
malam di pinggiran sungai Mekong! Lantas, kesan dan cerita apa yang menarik? Banyak! Di
kesempatan lain saya ingin berbagi cerita. Malam ini saya amat letih.
No comments:
Post a Comment