28.9.12

Cordoba Notes

Apalah arti Andalucia tanpa Cordoba. Medio September saat ini, dan kota peradaban tempo dulu itu membawa kita duduk di pojok Juderia, pemukiman Yahudi kuno, tak jauh dari Mezquita, masjid tertua dan terbesar di Eropa. Meski tak lagi berfungsi sebagai tempat muslim berserah diri, setidaknya lima kali sehari, gurat wibawa masih jelas terbaca hanya dengan sebuah kerling mata.

Cuaca panas menghamparkan ruang dan waktu bagi kita untuk mengeluh dan tentu saja berbagi kisah. Semerbak wangi teh Andalucia, teko ketiga, pada akhirnya menuntun kita untuk membuang keluhan, dan mulailah kita saling mendongeng kisah, sebuah cerita tentang kehormatan dan kesetiaan.

Apa yang mampu kita pahami tentang kehormatan dan kesetiaan? Haruskah dua kata itu beriringan? Tak bisakah kehormatan berdiri tegap tanpa kesetiaan? Tak mampukah kesetiaan berteriak lantang tanpa kehormatan? Kuasakah kita merangkulnya?

Jalan terjal dan amat panjang peradaban kemanusiaan menggandeng kesadaran kita bahwa tak cukup bagi manusia untuk hidup dengan hanya satu kadar, sekadar. Kehidupan menjadi sangat murah tanpa nilai. Tanpa kehormatan, nirkesetiaan.

Piring kedua berisi beragam kurma menemani kita mendiskusikan Yubitsume.

Dahulu kala, seorang geisha akan memberikan potongan jarinya yang masih bersimbah darah segar untuk tuannya. Sebuah nilai, persembahan bagi seorang lelaki yang telah membawanya menjadi orang terhormat. Ya, dia datang saat itu setelah ditiduri banyak lelaki. Pada akhirnya, pada seorang lelaki sajalah ia memberikan kehormatan dan kesetiaanya.

Mampukah kita sekarang ini memotong jari kita sendiri demi sebuah kehormatan? Setangkai kesetiaan? Masih adakah sebentuk persembahan tulus seperti itu diberikan dengan bangga kepada kita? Layakkah kita menerima potongan jari berlumuran darah segar dari seseorang? Masihkah ada kehormatan dan kesetiaan tersisa dalam diri kita?

Ah, saya malu. Bahkan dengan diri sendiripun saya tak tulus, tak hormat, apalagi setia. Alarm jam berbunyi, mengingatkan saya untuk segera datang menonton pertunjukan flamenco. Ya, tarian itu menyelamatkan saya dari rasa malu.

Cordoba-Andalucia, Medio September 2012.

22.6.12

Perahu


Perahu

Angin dari utara bertiup pesat. Pagi ini ia enggan bersenandung hingga membuat hawa dingin mampu mengiris kulit jauh lebih mudah ketimbang hari-hari sebelumnya. Semoga mentari tak hendak menari kali ini. Jangan iris kulitku lebih dalam, harapku.

Berjalan kita menuju stasiun. Dekat, meski terasa seperti mendaki tebing setinggi puluhan kilometer. Tak ada suara diantara kita. Hanya suara sol sepatu menggilas salju.
Entah, terasa berat kali ini aku melangkahkan kaki diantara bekas salju yang turun sepanjang malam. Entah, aku mendadak tak nyaman dengan suara itu, meski biasanya aku akan berlari dari kamar hanya untuk menginjak-injak salju. Iya, aku begitu senang dengan suaranya.

Tak banyak berubah posisi jarum jam sejak kita keluar dari rumah. Ah, berarti kita masih lama sampai tujuan. Dalam keheningan itu, tiba-tiba dia berkata lirih: “seandainya”.
Terkejut aku karena suara itu terasa sangat keras di telingaku. Kuputuskan untuk diam, dan tak bertanya. Paling karena kedinginan, hingga dia berkata “seandainya”. Sekadar berandai-andai jika saat ini hangat. untuk apa aku bertanya.

Kereta sudah menunggu. Di depan pintu kereta aku hentikan langkah, menatap mukanya yang tak banyak tersisa karena tertutup topi dan syal yang membalut separuh mukanya untuk menepis rasa dingin. “Pantasnya memang kau naik perahu, bukan kereta api seperti ini”, guraunya. Entah, aku tak bisa tersenyum. “Sudah ya, hati-hati. Jangan pernah takut dingin, karena panas juga menakutkan. Kita akan bertemu lagi ketika musim panas sedang bernyanyi riang. Iya, kita akan terlahir kembali di saat itu dan nyaris beriringan.” Katanya. Dia melangkah pergi. Sungguh tegar untuk momentum menghantar kepergian seseorang. 

Perahu. Aku tak duduk sendiri ternyata. Sepanjang jalan aku ditemani kata perahu yang masih menggema kuat. Aku ingat, musim gugur tahun lalu dia berkata, “aku ingin menyeberangi sungai itu bersamamu dengan perahu. Perahu yang aku buat sendiri, untukmu. Dan akan kuhanyutkan perahu itu bersama sungai, agar aku selalu bisa membuatkan lagi perahu baru untukmu, tanpa kau harus menjaganya.”
***
Musim telah berganti ribuan kali setelah kematian itu. Sampai pada suatu masa, saat aku duduk dalam diam, dia kembali menyapaku lirih dengan tatapan matanya, “aku sudah buatkan perahu untukmu, untuk kita bersama menyeberangi sungai.”

*Jejak perjalanan bersama ketulusan. Gron, C’Mai, K’Bhuri, K’Thep, Batavia.

5.3.12

Sungai Mekong


Ada suatu kala dimana saya senang menikmati malam di bantaran sungai Mekong dari sisi Nong Khai, satu kota di Thailand yang berbatasan dengan Laos. Orang Tibet menyebutnya sebagai sungai Dza-Chu, orang China menyapanya sebagai sungai Lancang Jiang, sedangkan orang Thailand menamainya sungai Mae Nam Khong.

Selama ribuan tahun, sungai Mekong telah menjadi sandaran hidup manusia. Menurut catatan sejarah, bangsa Khmer telah hidup di sekitar sungai ini sejak tahun 2100 SM. Ekskavasi arkeologis sempat menemukan beberapa jenis koin dari era Romawi. Sekitar 700 tahun lalu, bangsa Thai melakukan eksodus dari China Selatan dengan menyeberangi sungai Mekong yang di kemudian hari membentuk kerajaan Siam dan menjadikan aliran air sebagai perlindungan dari serangan musuh.

Pada tahun 1540, Antonio de Faria, seorang orang Portugis, menjadi manusia Eropa pertama yang menjelajahi sungai Mekong. Belakangan, Belanda pada tahun 1640-an mulai melakukan ekspedisi. Disusul kemudian eksplorasi secara intensif oleh bangsa Perancis sekitar tahun 1860-an.

Bagi saya, sungai ini memiliki karakter yang tak biasa. Tak banyak sungai yang mampu meninggalkan kesan dan pesan yang mendalam selain hanya sekadar daerah wisata. Tambahannya, tak banyak teman yang sudi menemani saya duduk menghabiskan malam di pinggiran sungai Mekong! Lantas, kesan dan cerita apa yang menarik? Banyak! Di kesempatan lain saya ingin berbagi cerita. Malam ini saya amat letih.

14.2.12

Mundur Saat Besar

Di dalam mobil, sekitar 15 tahun lalu, ayah bertanya kepada saya, “menurutmu, apa ‘orang besar itu?” Mungkin sebab saya tipe orang yang jarang banyak bicara dengan ayah, tidak panjang saya menjawab tanyaannya: orang yang mampu mundur di saat ‘besar’.

Beberapa hari belakangan, terusik saya dengan kejadian 15 tahun lampau tersebut. Pertama karena tiba-tiba rasa rindu dengannya menyengat tajam. Kedua, saya merasa jawaban saat itu, bagi saya pribadi menjadi sangat problematik. Jelas tiap orang punya definisi subjektif yang beragam tentang ‘orang besar’. Bahkan sahabat saya, seorang office boy menganggap dirinya ‘orang besar’ karena jika jabatannya disingkat menjadi OB, sama dengan ‘orang besar’.

Tak hanya gagal menemukan definisi ‘orang besar’, konsep ‘mundur’ tak berhasil  saya formulasikan secara teknis. Memang jalan termudah ambil saja jalur fatalistik, meninggalkan keduniawian, kematerialan, lantas melangkah ke jejak-jejak spritualisme. Namun heroisme asketik semacam itu apakah masih relevan dilakukan saat sekarang? “Masih relevan”, kata guru saya, dengan syarat, dengan catatan kaki bahwa keputusan laku asketik diambil dalam kondisi waras. Bukan karena kegagalan meraih kepemilikan material, bukan mekanisme pelarian.

Adakah role model yang pantas untuk diadopsi, diadaptasi, dicontek? Bagi saya pribadi ada. Karena saya tidak tertarik dengan kisah kere menjadi jutawan, from nothing to something, zero to hero, dan sejenisnya, saya mesti mencari model yang sebaliknya: from something to nothing. 25 abad lalu seorang pangeran meninggalkan segala fasilitas berlimpah, yang saya bayangkan untuk kondisi saat ini mungkin setara dengan MacBook Pro 17-inch, PC termutakhir, buku-buku edisi terbaru, dan tentunya home theater, audio set high-end keinginan saya. Untuk apa dia mundur? Tidak mundur menurutnya, karena urusannya adalah kebahagiaan hidup.     

Struktur kesumpekan hidup secara alamiah mengakar kuat dalam semua kondisi, dalam semua yang terkondisi. Dengan menciptakan kondisi yang helpful bagi lunturnya kemelekatan, kebahagiaan menjadi hal yang mungkin. Kebahagiaan hanyalah akibat dari sebab. Ia akibat dari terus-menerus melatih mengenali mana kebutuhan mana keinginan. Patokannya apa? Kebutuhan pasti terbatas, sementara keinginan tak pernah punya batas.    

27.1.12

Top-Notch Movie Directors

Alejandro Gonzalez Inarritu, Alejandro Amenabar, Luis Bunuel, Julio Medem, Robert Rodriguez, Jose Padilha, Carlos Saura, Fernando Trueba, Roman Polanski, Pedro Almodovar, Akira Kurosawa, Ingmar Bergman, Quentine Tarantino, David Lynch, Martin Scorsese, Joel & Ethan Coen (Coen Brothers), Steven Soderbergh, Shelton Jackson (Spike Lee), James R. Jarmusch (Jim Jarmusch), Isabel Coixet, Xavier Giannoli, Park Chan-Wook, Jane Campion, Lou Ye, Michael Haneke, Andrea Arnold, Brillante Mendoza, Alain Resnais, Ken Loach, Elia Suleiman, Jacques Audiard, Johnnie To, Marco Bellocchio, Joao Salavisa,Louis Sutherland, Lars von Trier, Takashi Miike, David Fincher, Gus Van Sant, Paul Verhoeven, D.W. Griffith, William Wyler, Frank Capra, Cecil B. DeMille, Alfred Hitchcock, Woody Allen, George Cukor, John Ford, Howard Hawks, Stanley Kubrick, Orson Welles, Jean-Luc Godard, Sergei Einstein, Federico Fellini, Steven Spielberg, John Cassavetes, Billy Wilder, Jean Renoir, Francis Ford Coppola, Francois Truffaut, Buster Keaton, Fritz Lang, John Huston, Ernst Lubitsch, William Oliver Stone, Christopher Nolan, Terrence Malick.

Daftar Buku

Salah beberapa buku terbaik yang pernah ada.

Mahasatipatthana Sutta, Visuddhimagga, Mulamadhyamakakarika, The Nikayas: Digha-Majjhima-Samyutta-Anguttara-Khuddaka, Digha Nikaya: Silakkhandha-vagga (The Division Concerning Morality,suttas 1-13), Maha-vagga (The Great Division, suttas 14-23), Patika-vagga (The Patika Division, suttas 24-34); Majjhima Nikaya: Mulapannasa, Majjhimapannasa, Uparipannasa, 152 suttas of Pāli Majjhima Nikāya; Samyutta Nikaya: Sagatha-vagga (Theragatha, Therigatha, Suttanipata, Dhammapada and the Jatakas), Nidana-vagga, Khandha-vagga, Salayatana-vagga, Maha-vagga; Anguttara Nikaya: Ekakanipata, Dukanipata, Tikanipata, Catukkanipata, Pancakanipata, Chakkanipata, Atthakanipata, Navakanipata, Dasakanipata, Ekadasakanipata; Khudaka Nikaya: Khuddakapatha, Dhammapada, Udana, Itivuttaka, Suttanipata, Vimanavatthu, Petavatthu, Theragatha, Therigatha, Jataka, Niddesa, Patisambhidamagga, Apadana, Buddhavamsa, Cariyapitaka, Nettipakarana, Petakopadesa, Milindapanha. Abhidhammapitaka: Dhammasangani, Vibhanga, Dhatukatha, Puggalapannatti, Kathavatthu, Yamakam, Patthanam. Tibetan Canon: Kangyur (bka'-'gyur) including the Derge, Lhasa, Narthang, Cone, Peking, Urga, Phudrak, Stog Palace versions, Tabo & Dunhuang, Tengyur (bstan-'gyur), Three Outer Tantras: Kriyayoga, Charyayoga, Yogatantra, Three Inner Tantra Correspond to Anuttarayogatantra: Mahayoga, Anuyoga, Atiyoga (Dzogchen)-Mental SemDe, Spatial LongDe, & Esoteric Instructional MenNgagDe, Sarma New Translation of Gelug, Sakya, & Kagyu: Kriyayoga, Charyayoga, Yogatantra, & Anuttarayogatantra, Mother Tantra: Yogini Tantras (ma rgyud), Father Tantras: Guhyasamāja", later classified as "Father Tantras" (pha rgyud), "Unexcelled Yoga tanras" (rnal 'byor bla med kyi rgyud), Nondual Tantra (Advaya): Manjushri-nama-samgiti, Kalachakra Laghutantra, Five Topics: (1) Abhidharma (mdzod): Compendium of Higher Knowledge (Abhidharma Samuccaya) by Asanga, Treasury of Higher Knowledge (Abhidharma Kosha) by Vasubandhu; (2) , Prajna Paramita (phar-phyin): Ornament of Clear Realization (Abhisamaya Alankara) by Maitreya as related to Asanga, The Way of the Bodhisattva (Bodhicharyavatara/sPyod-‘jug) by Shantideva, (3) Madhyamaka (dbu-ma): Fundamental Wisdom of the Middle Way (Mulamadhyamakakarika/rTsa dbu-ma) by Nagarjuna, Four Hundred Verses on the Yogic Deeds of Bodhisattvas (Catuhsataka) by Aryadeva, Introduction to the Middle Way (Madhyamakavatara/‘’dBu-ma-la ‘Jug-pa) by Chandrakirti, Ornament of the Middle Way (Madhyamakalamkara) by Shantarakshita, The Way of the Bodhisattva (Bodhicharyavatara/sPyod-‘jug) by Shantideva; (4) Pramana (tshad-ma): Treatise on Valid Cognition (Pramanavarttika) by Dharmakirti, Compendium on Valid Cognition (Pramanasamuccaya) by Dignaga; (5) Vinaya ('dul-ba): The Root of the Vinaya (Dülwa Do Tsawa, 'dul-ba mdo rtsa-ba) by Gunaprabha, "Five Treatises of Maitreya." related to Asanga by the Buddha Maitreya, and comprise the heart of the Yogacara (or Cittamatra, "Mind-Only"): Ornament for Clear Realization (Abhisamayalankara/mngon-par rtogs-pa'i rgyan), Ornament for the Mahayana Sutras (Mahayanasutralankara/theg-pa chen-po'i mdo-sde'i rgyan), Sublime Continuum of the Mahayana (Mahayanottaratantrashastra, Ratnagotravibhaga/theg-pa chen-po rgyud-bla-ma'i bstan), Distinguishing Phenomena and Pure Being (Dharmadharmatavibhanga/chos-dang chos-nyid rnam-par 'byed-pa), Distinguishing the Middle and the Extremes (Madhyantavibhanga/dbus-dang mtha' rnam-par 'byed-pa), Mahayana Canon: Proto: Ajitasena Sutra, Vimalakirti Nirdesha; Perfection of Wisdom Texts: Ratnagunasamcayagatha & Astasaharika, Saddharmapundarīka-sūtra; Amitabha Sutra, Samadhi Sutras: Pratyutpanna Sutra, Samadhiraja-Sutra & Shurangama Samadhi Sutra; Triskandha Sutra, & Suvarnaprabhasa Sutra; Avatamsaka Sutra: Dasabhumika Sutra & Gandavyuha Sutra; Sandhinirmocana Sutra, Lankavatara Sutra; Tathagatagarbha Sutra: Shrīmālādevi-simhanāda Sūtra & Mahayana Mahaparinirvana Sutra; Mahāratnakūta Sūtra & Mahāsamnipāta Sūtra; Pratitya-samutpada; Kāshyapa-parivarta, Bodhisattva-prātimoksa Sūtra, Brahmajāla Sūtra; Mañjusri, Ksitigarbha, Buddha Akshobhya, & Bhaishajyaguru; Bhadra-kalpika Sūtra, Hindhuism Canon: Veda: Rig Veda, Sama Veda, Yajur Veda, Atharva Veda; Upanishads; Puranas: Vishnu Purana, Garuda Purana, Srimad Devi Bhagawatam, Devi Gita, Prem Sagur, Harivamsa, Kundalini: Lalita Sahasranama, Brahmanda Purana; The Law of Manu, The Sacred Laws of Aryas, Satapatha Brahmana, Grihya Sutras; The Epics: Mahabharata, Ramayana, Bhagavad Gita; Vedanta; The Yoga Sutras of Patanjali, The Hatha Yoga Pradipika, Dakshinamurti Stotra, Lain-lain: Jacques Lacan, Slavoj Zizek, Sigmund Freud, Carl G. Jung, Melanie Klein, Anthony Giddens, Homi K Bhabha, Erving Goffman, Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce, Roland Barthes, Martin Heidegger, Albert Camus, Bruno Bauer, Francis Herbert Bradley, John Dewey, Raya Dunayevskaya, Karl Heinrich Marx, Friedrich Engels, Georg Wilhelm Friedrich Hegel, Ludwig Andreas Feuerbach, Leon Trotsky, Pierre-Joseph Proudhon, Johann Kaspar Schmidt (Max Stirner), William Godwin, Henry David Thoreau, Josiah Warren, Murray Newton Rothbard, Pavel Dimitrievich Turchaninov (Lev Chernyi), Emma Goldman, Lysander Spooner, Charles Anderson Dana, Benjamin Ricketson Tucker, William Batchelder Greene, Mikhail Alexandrovich Bakunin, Johann Joseph Most, Peter (Pyotr) Alexeyevich Kropotkin, Nestor Ivanovych Makhno, Fernando Tarrida del Marmol, Voltairine de Cleyre, Errico Malatesta, Saul Newman, Todd May, Peter Lamborn Wilson (Hakim Bey), Wolfi Landstreicher, Alfredo Maria Bonanno, Gustave de Molinari, Claude Frederic Bastiat, Robert Nozic, Lucy Eldine Gonzalez Parsons, L Susan Brown, Joseph Dejacque, Brian Morris, Murray Bookchin, Louis Auguste Blanqui, James Guillaume, Pierre Monatte, Luigi Fabbri, Benedict Broutchoux (Benoit Broutchoux), Johann Rudolf Rocker, Christiaan Gerardus Cornelissen, Alexander Berkman, Gregori Petrovich Maximoff, Eric Arthur Blair (George Orwell), David Director Friedman, Friedrich Wilhelm Joseph Schelling, Soren Aabye Kierkegaard, Arthur Schopenhauer, Charles Robert Darwin, Bertrand Arthur William Russell, Charles W Morris, Hans Kung, Alexandre Kojeve, Louis Hjelmslev, Jakob Johann von Uexkull, Algirdas Julien Greimas, Claude Levi-Strauss, Maurice Merleau-Ponty, Thomas Albert Sebeok, Thure von Uexkull, Ivan Illich, Yuri Mikhailovich Lotman, Valentine Nikolaevich Voloshinov, Pramoedya Ananta Toer, Koentowijoyo, Umar Kayam, Georg Bernhard Lukacs von Szegedin, Jacques Derrida, Jean Baudrillard, Friedrich Wilhelm Nietzsche, Michel Foucault, Jean-Paul Sartre, Simone de Beauvoir, Marquis de Sade, Leopold Von Sacher-Masoch, Centhini, Wedhatama, Ibn Arabi, Suhrawardi, Mulla Sadra, Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi), Sophocles, Summa Theologiae Thomas Aquinas, Wejangan Kawruh Beja Sawetah Ki Ageng Suryo Mentaram, Louis Pierre Althusser, Jorge Francisco Isodoro Luis Borges, Pierre Bourdieu, Edward Wadie Said, Judith Butler, Helene Cixous, Guy Ernest Debord, Gilles Deleuze & Pierre-Felix Guattari, Umberto Eco, Antonio Gramsci, Stuart Hall, Paul Du Gay, Donna J. Haraway, Gayatri Chakravorty Spivak, Fredric Jameson, Arthur & Marilouise Kroker, Jean-Francois Lyotard, Mark Poster, Paul Virilio, Raymond Henry Williams, Gaston Bachelard, Mikhail Bakhtin, Georges Canguilhem, Jean Cavailles, Marcel Mauss, Emile Benveniste, Noam Chomsky, Georges Dumezil, Gerard Genette, Roman Jakobson, Christian Metz, Michel Serres, Fernand Braudel, Georges Bataille, Emmanuel Levinas, Julia Kristeva, Tzvetan Todorov, Luce Irigaray, Michele Le Doeuff, Carole Pateman, Hannah Arendt, Ernesto Laclau, Alain Touraine, Maurice Blanchot, James Joyce, Georg Simmel, Philippe Sollers, Marguerite Duras, Franz Kafka, Gianni Vattimo, Paulo Freire, Frankfurter Schule: Theodore W. Adorno, Walter Benjamin, Erich Fromm, Jurgen Habermas, Max Horkheimer, Leo Lowenthal, Herbert Marcuse, Oskar Negt, Franz Leopold Neumann, Friedrich Pollock, Karl August Wittfogel, Aeschylus, Aesop, Louisa May Alcott, Sherwood Anderson, Lucius Apuleius, Henry Adams, Dante Alighieri, Aristophanes, Aristotle, Saint Augustine, Jane Austen, Henri Barbusse, James M Barrie, Charles Baudelaire, William Beckford, Aphra Behn, Arnold Bennett, Ambrose Bierce, William Blake, Giovanni Boccaccio, Anicius Manlius Severinus Boethius, James Boswell, Anne Bronte, Charlotte Bronte, Emily Bronte, Elizabeth Barrett Browning, Robert Browning, John Buchan, John Bunyan, Fanny Burney, Edgar Rice Burroughs, Samuel Butler, Lord Byron, Lewis Carroll, Willa Cather, Chariton, Geoffrey Chaucer, Robert Erskine Childers, Kate Chopin, John Cleland, Samuel Taylor Coleridge, Wilkie Collins, Comte de Lautreamont, William Congreve, Joseph Conrad, James Fenimore Cooper, Pierre Corneille, Stephen Crane, Richard Henry Dana, Pedro Calderon de la Barca, Pierre Choderlos de Laclos, Guy de Maupassant, Michel Eyquem de Montaigne, Alexis de Tocqueville, Daniel Defoe, Charles Dickens, Emily Dickinson, Denis Diderot, John Donne, Sir Arthur Conan Doyle, Theodore Dreiser, John Dryden, Maria Edgeworth, George Eliot, Ralph Waldo Emerson, Olaudah Equiano, Desiderius Erasmus, Eupirides, Henry Fielding, Edward Fitzgerald, F Scott Fitzgerald, Gustave Flaubert, Theodor Fontane, Ford Madox Ford, Anne Frank, Benito Perez Galdos, John Galsworthy, Elizabeth Gaskell, John Gay, Lewis Grassic Gibbon, Andre Gide, Charlotte Perkins Gilman, George Gissing, Ellen Glasgow, Oliver Goldsmith, Kenneth Grahame, George & Weeden Grossmith, H Rider Haggard, Redclyffe Hall, Knut Hamsun, Thomas Hardy, Bret Harte, Nathaniel Hawthorne, Eliza Haywood, Heliodorus, O Henry, William Hope Hodgson, James Hogg, Friedrich Holderlin, Homer, William Dean Howells, Victor Hugo, Joris-Karl Huysmans, Henrik Ibsen, Washington Irving, Henry James, William James, Sarah Orne Jewett, Samuel Johnson, Ben Jonson, Immanuel Kant, John Keats, Charles Kingsley, Rudyard Kipling, Karl Krauss, Thomas Kyd, Selma Lagerlof, Lao-Tsu, D H Lawrence, Joseph Sheridan Le Fanu, M G Lewis, Sinclair Lewis, Jack London, Henry Wadsworth Longfellow, Alfred Lord Tennyson, H P Lovecraft, Lucretius, John Lyly, Niccolo Machiavelli, Henry Mackenzie, Ian Macpherson, Sir Thomas Malory, Frederic Manning, Katherine Mansfield, Alessandro Manzoni, Christopher Marlowe, Charles Robert Maturin, Herman Melville, John Stuart Mill, John Milton, Margaret Mitchell, Moliere, Sir Thomas More, William Morris, Multatuli, Robert Musil, Thomas Nashe, Eugene O’Neill, Ovid, Thomas Paine, Blaise Pascal, Walter Pater, Marie-Madelaine Pioche de Lavergne, Luigi Pirandello, Plato, Plutarch, Edgar Allan Poe, Alexander Pope, Marcel Proust, Francois Rabelais, Jean Racine, Ann Radcliffe, Raymond Radiguet, John Reed, Samuel Richardson, Rainer Maria Rilke, Frederick Rolfe, Edmond Rostand, Joseph Roth, Jean-Jacques Rousseau, Raymond Roussel, Akutagawa Ryunosuke, Antoine de Saint-Exupery, Saki, Sappho, Sir Walter Scott, William Shakespeare, George Bernard Shaw, Mary Shelley, Percy Bysshe Shelley, Henryk Sienkiewicz, May Sinclair, Tobias George Smollett, Somerville/Ross, Natsume Soseki, Edmund Spenser, Benedictus de Spinoza, Gertrude Stein, Stendahl, James Stephens, Laurence Sterne, Robert Louis Stevenson, Bram Stoker, Harriet Beecher Stowe, August Strindberg, Italo Svevo, Jonathan Swift, John Millington Synge, William Makepeace Thackeray, Dylan Thomas, Robert Tressell, Anthony Trollope, Mark Twain, Sigrid Undset, Giovanni Verga, Jules Verne, Virgil, Voltaire, Johann Wolfgang von Goethe, Lew Wallace, Horace Walpole, H G Wells, Nathanael West, Edith Wharton, Oscar Wilde, Thomas Wolfe, Mary Wollstonecraft, Virginia Woolf, William Wordsworth, William Wycherley, William Butler Yeats, Yevgeny Zamyatin, Stefan Zweig, Alexandre Dumas, Honore de Balzac Miguel de Cervantes Saavedra, Emile Francois Zola, Fyodor Mikhaylovich Dostoyevsky, Nikolai Vasilievich Gogol, Alexander Sergeyevich Pushkin, Vasily Andreyevich Zhukovsky, Mikhail Yuryevich Lermontov, Evgeny Abramovich Baratynsky, Konstantin Nikolayevich Batyushkov, Nikolay Alexeyevich Nekrasov, Aleksey Konstantinovich Tolstoy, Aleksey Nikolayevich Tolstoy, Afanasy Afanasievich Fet, Fyodor Ivanovich Tyutchev, Nikolai Semyonovich Leskov, Ivan Sergeyevich Turgenev, Mikhail Yevgrafovich Saltykov-Shchedrin, Ivan Alexandrovich Goncharov, Anton Pavlovich Chekhov, Ivan Andreyevich Krylov, Vissarion Grigoryevich Belinsky, Aleksandr Ivanovich Herzen, Aleksandr Sergeyevich Griboyedov, Aleksander Nikolayevich Ostrovsky, Kozma Prutkov, Nikolay Alexeyevich Zabolotsky, Alexander Ivanovich Vvedensky, Konstantin Konstantinovich Vaginov, Daniil Kharms, Ilya Arnoldovich Faynzilberg & Yevgeniy Petrovich Kataev, Andrei Platonov (Andrei Platonovich Klimentov), Mikhail Mikhailovich Zoshchenko, Yury K. Olesha, Issac Emmanuilovich Babel, Aleksey Maksimovich Peshkov (Maxim Gorky), Michail Aleksandrovich Sholokhov, Konstantin Simonov, Aleksandr Trifonovich Tvardovsky, Mikhail Avanasyevich Bulgakov, Boris Leonidovich Pasternak,Georgii Vladimirovich Ivanov, Vladislav Felitsianovich Khodasevich, Georgi Ivanovich Gazdanov (Gaito Gasdanov), Mark Alexandrovich Landau (Mark Aldanov), Vladimir Vladimirovich Nabokov, Yury Valentinovich Trifonov, Aleksandr Isayevich Solzhenitsyn, Vasily Semyonovich Grossman, Konstantin Georgiyevich Paustovsky, Jorge Luis Borges, Gabriel Jose Garcia Marquez, Milan Kundera, Pablo Neruda, Juan Gelman, Sergio Pitol, Gonzalo Rojas, Alvaro Mutis, Jorge Edwards, Guillermo Cabrera Infante, Mario Vargas Llosa, Dulce Maria Loynaz, Adolfo Bioy Casares, Augusto Roa Bantos, Carlos Fuentes, Ernesto Sabato, Octavio Paz, Juan Carlos Onetti, Alejo Carpentier, Miguel Angel Asturias, Gabriela Mistral, Claribel Alegria, Joao Cabral de Melo Neto, Marjorie Agosin, Eduardo Galeano, Homero Aridjis, Luis Fernando Verissimo, Augusto Monterroso, Ernesto Cardenal, Jorge Amado, Carlos Drummond de Andrade, Fernando del Paso, Abel Posse, Manuel Mejia Vallejo, Arturo Uslar Pietri, Mempo Giardinelli, Angeles Mastretta, Roberto Bolano, Fernando Vallejo, Elena Poniatowska, Nicanor Parra Sandoval, Juan Jose Arreola, Eliseo Diego, Julio Ramon Ribeyro, Nelida Pinon, Olga Orozco, Juan Garcia Ponce, Cintio Vitier, Rubem Foncesa, Tomas Segovia, Carlos Monsivais, Ernesto Mejia Sanchez, Jose Luis Martinez, Ruben Bonifaz Nuno, Ali Chumacero, Gutierre Tibon, Ramon Xirau, Adolfo Bioy Casares, Andres Henestrosa, Alnaldo Orfila Reynal, Joaquin Diez Canedo, German Arciniegas, Miguel Leon-Portilla, Rafael Gutierrez Girardot, Jose Emilio Pacheco, Antonio Candido, Ruben Dario, Savero Sarduy, Reinaldo Arenas, Cesar Vallejo, Jose Lezama Lima, Jose Donoso, Julio Cortazar, Rachel de Queiroz, Autran Duorado, Lygia Fagundes Telles, Cecilia Meireles, Joao Guimaraes Rosa, Erico Verissimo, Lucio Cardoso, Ferreira Gullar.