Apalah arti Andalucia tanpa Cordoba. Medio September saat ini, dan
kota peradaban tempo dulu itu membawa kita duduk di pojok Juderia,
pemukiman Yahudi kuno, tak jauh dari Mezquita, masjid tertua dan
terbesar di Eropa. Meski tak lagi berfungsi sebagai tempat muslim
berserah diri, setidaknya lima kali sehari, gurat wibawa masih jelas
terbaca hanya dengan sebuah kerling mata.
Cuaca panas menghamparkan ruang dan waktu bagi kita untuk mengeluh
dan tentu saja berbagi kisah. Semerbak wangi teh Andalucia, teko ketiga,
pada akhirnya menuntun kita untuk membuang keluhan, dan mulailah kita
saling mendongeng kisah, sebuah cerita tentang kehormatan dan kesetiaan.
Apa yang mampu kita pahami tentang kehormatan dan kesetiaan? Haruskah
dua kata itu beriringan? Tak bisakah kehormatan berdiri tegap tanpa
kesetiaan? Tak mampukah kesetiaan berteriak lantang tanpa kehormatan?
Kuasakah kita merangkulnya?
Jalan terjal dan amat panjang peradaban kemanusiaan menggandeng
kesadaran kita bahwa tak cukup bagi manusia untuk hidup dengan hanya
satu kadar, sekadar. Kehidupan menjadi sangat murah tanpa nilai. Tanpa
kehormatan, nirkesetiaan.
Piring kedua berisi beragam kurma menemani kita mendiskusikan Yubitsume.
Dahulu kala, seorang geisha akan memberikan potongan jarinya yang
masih bersimbah darah segar untuk tuannya. Sebuah nilai, persembahan
bagi seorang lelaki yang telah membawanya menjadi orang terhormat. Ya,
dia datang saat itu setelah ditiduri banyak lelaki. Pada akhirnya, pada
seorang lelaki sajalah ia memberikan kehormatan dan kesetiaanya.
Mampukah kita sekarang ini memotong jari kita sendiri demi sebuah
kehormatan? Setangkai kesetiaan? Masih adakah sebentuk persembahan tulus
seperti itu diberikan dengan bangga kepada kita? Layakkah kita menerima
potongan jari berlumuran darah segar dari seseorang? Masihkah ada
kehormatan dan kesetiaan tersisa dalam diri kita?
Ah, saya malu. Bahkan dengan diri sendiripun saya tak tulus, tak
hormat, apalagi setia. Alarm jam berbunyi, mengingatkan saya untuk
segera datang menonton pertunjukan flamenco. Ya, tarian itu
menyelamatkan saya dari rasa malu.
Cordoba-Andalucia, Medio September 2012.
Wahyu Weblog
28.9.12
22.6.12
Perahu
Perahu
Angin
dari utara bertiup pesat. Pagi ini ia enggan bersenandung hingga membuat hawa
dingin mampu mengiris kulit jauh lebih mudah ketimbang hari-hari sebelumnya. Semoga
mentari tak hendak menari kali ini. Jangan iris kulitku lebih dalam, harapku.
Berjalan
kita menuju stasiun. Dekat, meski terasa seperti mendaki tebing setinggi puluhan
kilometer. Tak ada suara diantara kita. Hanya suara sol sepatu menggilas salju.
Entah,
terasa berat kali ini aku melangkahkan kaki diantara bekas salju yang turun
sepanjang malam. Entah, aku mendadak tak nyaman dengan suara itu, meski
biasanya aku akan berlari dari kamar hanya untuk menginjak-injak salju. Iya,
aku begitu senang dengan suaranya.
Tak
banyak berubah posisi jarum jam sejak kita keluar dari rumah. Ah, berarti kita
masih lama sampai tujuan. Dalam keheningan itu, tiba-tiba dia berkata lirih:
“seandainya”.
Terkejut
aku karena suara itu terasa sangat keras di telingaku. Kuputuskan untuk diam,
dan tak bertanya. Paling karena kedinginan, hingga dia berkata “seandainya”. Sekadar
berandai-andai jika saat ini hangat. untuk apa aku bertanya.
Kereta
sudah menunggu. Di depan pintu kereta aku hentikan langkah, menatap mukanya
yang tak banyak tersisa karena tertutup topi dan syal yang membalut separuh
mukanya untuk menepis rasa dingin. “Pantasnya memang kau naik perahu, bukan
kereta api seperti ini”, guraunya. Entah, aku tak bisa tersenyum. “Sudah ya,
hati-hati. Jangan pernah takut dingin, karena panas juga menakutkan. Kita akan
bertemu lagi ketika musim panas sedang bernyanyi riang. Iya, kita akan terlahir
kembali di saat itu dan nyaris beriringan.” Katanya. Dia melangkah pergi.
Sungguh tegar untuk momentum menghantar kepergian seseorang.
Perahu.
Aku tak duduk sendiri ternyata. Sepanjang jalan aku ditemani kata perahu yang masih
menggema kuat. Aku ingat, musim gugur tahun lalu dia berkata, “aku ingin
menyeberangi sungai itu bersamamu dengan perahu. Perahu yang aku buat sendiri,
untukmu. Dan akan kuhanyutkan perahu itu bersama sungai, agar aku selalu bisa
membuatkan lagi perahu baru untukmu, tanpa kau harus menjaganya.”
***
Musim telah berganti ribuan kali setelah kematian itu.
Sampai pada suatu masa, saat aku duduk dalam diam, dia kembali menyapaku lirih
dengan tatapan matanya, “aku sudah buatkan perahu untukmu, untuk kita bersama menyeberangi
sungai.”
*Jejak
perjalanan bersama ketulusan. Gron, C’Mai, K’Bhuri, K’Thep, Batavia.
5.3.12
Sungai Mekong
Ada suatu kala dimana saya senang menikmati malam di
bantaran sungai Mekong dari sisi Nong Khai, satu kota di Thailand yang
berbatasan dengan Laos. Orang Tibet menyebutnya sebagai sungai Dza-Chu, orang
China menyapanya sebagai sungai Lancang Jiang, sedangkan orang Thailand
menamainya sungai Mae Nam Khong.
Selama ribuan tahun, sungai Mekong telah menjadi sandaran
hidup manusia. Menurut catatan sejarah, bangsa Khmer telah hidup di sekitar
sungai ini sejak tahun 2100 SM. Ekskavasi arkeologis sempat menemukan beberapa
jenis koin dari era Romawi. Sekitar 700 tahun lalu, bangsa Thai melakukan
eksodus dari China Selatan dengan menyeberangi sungai Mekong yang di kemudian
hari membentuk kerajaan Siam dan menjadikan aliran air sebagai perlindungan
dari serangan musuh.
Pada tahun 1540, Antonio de Faria, seorang orang Portugis,
menjadi manusia Eropa pertama yang menjelajahi sungai Mekong. Belakangan,
Belanda pada tahun 1640-an mulai melakukan ekspedisi. Disusul kemudian
eksplorasi secara intensif oleh bangsa Perancis sekitar tahun 1860-an.
Bagi saya, sungai ini memiliki karakter yang tak biasa. Tak banyak
sungai yang mampu meninggalkan kesan dan pesan yang mendalam selain hanya sekadar daerah wisata. Tambahannya, tak banyak teman yang sudi menemani saya duduk menghabiskan
malam di pinggiran sungai Mekong! Lantas, kesan dan cerita apa yang menarik? Banyak! Di
kesempatan lain saya ingin berbagi cerita. Malam ini saya amat letih.
14.2.12
Mundur Saat Besar
Di dalam mobil, sekitar 15 tahun
lalu, ayah bertanya kepada saya, “menurutmu, apa ‘orang besar itu?” Mungkin
sebab saya tipe orang yang jarang banyak bicara dengan ayah, tidak panjang saya
menjawab tanyaannya: orang yang mampu mundur di saat ‘besar’.
Beberapa hari belakangan, terusik
saya dengan kejadian 15 tahun lampau tersebut. Pertama karena tiba-tiba rasa
rindu dengannya menyengat tajam. Kedua, saya merasa jawaban saat itu, bagi saya
pribadi menjadi sangat problematik. Jelas tiap orang punya definisi subjektif yang
beragam tentang ‘orang besar’. Bahkan sahabat saya, seorang office boy menganggap dirinya ‘orang
besar’ karena jika jabatannya disingkat menjadi OB, sama dengan ‘orang besar’.
Tak hanya gagal menemukan
definisi ‘orang besar’, konsep ‘mundur’ tak berhasil saya formulasikan secara teknis. Memang jalan termudah
ambil saja jalur fatalistik, meninggalkan keduniawian, kematerialan, lantas
melangkah ke jejak-jejak spritualisme. Namun heroisme asketik semacam itu
apakah masih relevan dilakukan saat sekarang? “Masih relevan”, kata guru saya,
dengan syarat, dengan catatan kaki bahwa keputusan laku asketik diambil dalam
kondisi waras. Bukan karena kegagalan meraih kepemilikan material, bukan
mekanisme pelarian.
Adakah role model yang pantas untuk diadopsi, diadaptasi, dicontek? Bagi
saya pribadi ada. Karena saya tidak tertarik dengan kisah kere menjadi jutawan,
from nothing to something, zero to hero, dan sejenisnya, saya
mesti mencari model yang sebaliknya: from
something to nothing. 25 abad lalu seorang pangeran meninggalkan segala
fasilitas berlimpah, yang saya bayangkan untuk kondisi saat ini mungkin setara
dengan MacBook Pro 17-inch, PC termutakhir, buku-buku edisi terbaru, dan
tentunya home theater, audio set high-end keinginan saya. Untuk apa dia mundur?
Tidak mundur menurutnya, karena urusannya adalah kebahagiaan hidup.
Struktur kesumpekan hidup secara
alamiah mengakar kuat dalam semua kondisi, dalam semua yang terkondisi. Dengan
menciptakan kondisi yang helpful bagi
lunturnya kemelekatan, kebahagiaan menjadi hal yang mungkin. Kebahagiaan
hanyalah akibat dari sebab. Ia akibat dari terus-menerus melatih mengenali mana
kebutuhan mana keinginan. Patokannya apa? Kebutuhan pasti terbatas, sementara
keinginan tak pernah punya batas.
27.1.12
Top-Notch Movie Directors
Alejandro Gonzalez Inarritu, Alejandro Amenabar, Luis
Bunuel, Julio Medem, Robert Rodriguez, Jose Padilha, Carlos Saura, Fernando
Trueba, Roman Polanski, Pedro Almodovar, Akira Kurosawa, Ingmar Bergman,
Quentine Tarantino, David Lynch, Martin Scorsese, Joel & Ethan Coen (Coen
Brothers), Steven Soderbergh, Shelton Jackson (Spike Lee), James R. Jarmusch
(Jim Jarmusch), Isabel Coixet, Xavier Giannoli, Park Chan-Wook, Jane Campion,
Lou Ye, Michael Haneke, Andrea Arnold, Brillante Mendoza, Alain Resnais, Ken
Loach, Elia Suleiman, Jacques Audiard, Johnnie To, Marco Bellocchio, Joao
Salavisa,Louis Sutherland, Lars von Trier, Takashi Miike, David Fincher, Gus
Van Sant, Paul Verhoeven, D.W. Griffith, William Wyler, Frank Capra, Cecil B.
DeMille, Alfred Hitchcock, Woody Allen, George Cukor, John Ford, Howard Hawks,
Stanley Kubrick, Orson Welles, Jean-Luc Godard, Sergei Einstein, Federico
Fellini, Steven Spielberg, John Cassavetes, Billy Wilder, Jean Renoir, Francis
Ford Coppola, Francois Truffaut, Buster Keaton, Fritz Lang, John Huston, Ernst
Lubitsch, William Oliver Stone, Christopher Nolan, Terrence Malick.
Daftar Buku
Salah beberapa buku terbaik yang pernah ada.
Mahasatipatthana Sutta, Visuddhimagga, Mulamadhyamakakarika,
The Nikayas: Digha-Majjhima-Samyutta-Anguttara-Khuddaka, Digha Nikaya:
Silakkhandha-vagga (The Division Concerning Morality,suttas 1-13), Maha-vagga
(The Great Division, suttas 14-23), Patika-vagga (The Patika Division, suttas
24-34); Majjhima Nikaya: Mulapannasa, Majjhimapannasa, Uparipannasa, 152 suttas
of Pāli Majjhima Nikāya; Samyutta Nikaya: Sagatha-vagga (Theragatha,
Therigatha, Suttanipata, Dhammapada and the Jatakas), Nidana-vagga, Khandha-vagga,
Salayatana-vagga, Maha-vagga; Anguttara Nikaya: Ekakanipata, Dukanipata,
Tikanipata, Catukkanipata, Pancakanipata, Chakkanipata, Atthakanipata,
Navakanipata, Dasakanipata, Ekadasakanipata; Khudaka Nikaya: Khuddakapatha,
Dhammapada, Udana, Itivuttaka, Suttanipata, Vimanavatthu, Petavatthu,
Theragatha, Therigatha, Jataka, Niddesa, Patisambhidamagga, Apadana,
Buddhavamsa, Cariyapitaka, Nettipakarana, Petakopadesa, Milindapanha.
Abhidhammapitaka: Dhammasangani, Vibhanga, Dhatukatha, Puggalapannatti, Kathavatthu,
Yamakam, Patthanam. Tibetan Canon: Kangyur (bka'-'gyur) including the Derge,
Lhasa, Narthang, Cone, Peking, Urga, Phudrak, Stog Palace versions, Tabo &
Dunhuang, Tengyur (bstan-'gyur), Three Outer Tantras: Kriyayoga, Charyayoga,
Yogatantra, Three Inner Tantra Correspond to Anuttarayogatantra: Mahayoga,
Anuyoga, Atiyoga (Dzogchen)-Mental SemDe, Spatial LongDe, & Esoteric
Instructional MenNgagDe, Sarma New Translation of Gelug, Sakya, & Kagyu:
Kriyayoga, Charyayoga, Yogatantra, & Anuttarayogatantra, Mother Tantra:
Yogini Tantras (ma rgyud), Father Tantras: Guhyasamāja", later classified
as "Father Tantras" (pha rgyud), "Unexcelled Yoga tanras"
(rnal 'byor bla med kyi rgyud), Nondual Tantra (Advaya):
Manjushri-nama-samgiti, Kalachakra Laghutantra, Five Topics: (1) Abhidharma
(mdzod): Compendium of Higher Knowledge (Abhidharma Samuccaya) by Asanga,
Treasury of Higher Knowledge (Abhidharma Kosha) by Vasubandhu; (2) , Prajna
Paramita (phar-phyin): Ornament of Clear Realization (Abhisamaya Alankara) by Maitreya
as related to Asanga, The Way of the Bodhisattva (Bodhicharyavatara/sPyod-‘jug)
by Shantideva, (3) Madhyamaka (dbu-ma): Fundamental Wisdom of the Middle Way
(Mulamadhyamakakarika/rTsa dbu-ma) by Nagarjuna, Four Hundred Verses on the
Yogic Deeds of Bodhisattvas (Catuhsataka) by Aryadeva, Introduction to the
Middle Way (Madhyamakavatara/‘’dBu-ma-la ‘Jug-pa) by Chandrakirti, Ornament of
the Middle Way (Madhyamakalamkara) by Shantarakshita, The Way of the
Bodhisattva (Bodhicharyavatara/sPyod-‘jug) by Shantideva; (4) Pramana
(tshad-ma): Treatise on Valid Cognition (Pramanavarttika) by Dharmakirti,
Compendium on Valid Cognition (Pramanasamuccaya) by Dignaga; (5) Vinaya
('dul-ba): The Root of the Vinaya (Dülwa Do Tsawa, 'dul-ba mdo rtsa-ba) by
Gunaprabha, "Five Treatises of Maitreya." related to Asanga by the
Buddha Maitreya, and comprise the heart of the Yogacara (or Cittamatra,
"Mind-Only"): Ornament for Clear Realization
(Abhisamayalankara/mngon-par rtogs-pa'i rgyan), Ornament for the Mahayana
Sutras (Mahayanasutralankara/theg-pa chen-po'i mdo-sde'i rgyan), Sublime
Continuum of the Mahayana (Mahayanottaratantrashastra,
Ratnagotravibhaga/theg-pa chen-po rgyud-bla-ma'i bstan), Distinguishing
Phenomena and Pure Being (Dharmadharmatavibhanga/chos-dang chos-nyid rnam-par
'byed-pa), Distinguishing the Middle and the Extremes
(Madhyantavibhanga/dbus-dang mtha' rnam-par 'byed-pa), Mahayana Canon: Proto:
Ajitasena Sutra, Vimalakirti Nirdesha; Perfection of Wisdom Texts:
Ratnagunasamcayagatha & Astasaharika, Saddharmapundarīka-sūtra; Amitabha
Sutra, Samadhi Sutras: Pratyutpanna Sutra, Samadhiraja-Sutra & Shurangama
Samadhi Sutra; Triskandha Sutra, & Suvarnaprabhasa Sutra; Avatamsaka Sutra:
Dasabhumika Sutra & Gandavyuha Sutra; Sandhinirmocana Sutra, Lankavatara
Sutra; Tathagatagarbha Sutra: Shrīmālādevi-simhanāda Sūtra & Mahayana
Mahaparinirvana Sutra; Mahāratnakūta Sūtra & Mahāsamnipāta Sūtra;
Pratitya-samutpada; Kāshyapa-parivarta, Bodhisattva-prātimoksa Sūtra,
Brahmajāla Sūtra; Mañjusri, Ksitigarbha, Buddha Akshobhya, &
Bhaishajyaguru; Bhadra-kalpika Sūtra, Hindhuism Canon: Veda: Rig Veda, Sama
Veda, Yajur Veda, Atharva Veda; Upanishads; Puranas: Vishnu Purana, Garuda
Purana, Srimad Devi Bhagawatam, Devi Gita, Prem Sagur, Harivamsa, Kundalini:
Lalita Sahasranama, Brahmanda Purana; The Law of Manu, The Sacred Laws of
Aryas, Satapatha Brahmana, Grihya Sutras; The Epics: Mahabharata, Ramayana,
Bhagavad Gita; Vedanta; The Yoga Sutras of Patanjali, The Hatha Yoga Pradipika,
Dakshinamurti Stotra, Lain-lain: Jacques Lacan, Slavoj Zizek, Sigmund Freud, Carl G. Jung,
Melanie Klein, Anthony Giddens, Homi K Bhabha, Erving Goffman, Ferdinand de
Saussure, Charles Sanders Peirce, Roland Barthes, Martin Heidegger, Albert
Camus, Bruno Bauer, Francis Herbert Bradley, John Dewey, Raya Dunayevskaya, Karl
Heinrich Marx, Friedrich Engels, Georg Wilhelm Friedrich Hegel, Ludwig Andreas
Feuerbach, Leon Trotsky, Pierre-Joseph Proudhon, Johann Kaspar Schmidt (Max
Stirner), William Godwin, Henry David Thoreau, Josiah Warren, Murray Newton
Rothbard, Pavel Dimitrievich Turchaninov (Lev Chernyi), Emma Goldman, Lysander
Spooner, Charles Anderson Dana, Benjamin Ricketson Tucker, William Batchelder
Greene, Mikhail Alexandrovich Bakunin, Johann Joseph Most, Peter (Pyotr)
Alexeyevich Kropotkin, Nestor Ivanovych Makhno, Fernando Tarrida del Marmol,
Voltairine de Cleyre, Errico Malatesta, Saul Newman, Todd May, Peter Lamborn
Wilson (Hakim Bey), Wolfi Landstreicher, Alfredo Maria Bonanno, Gustave de
Molinari, Claude Frederic Bastiat, Robert Nozic, Lucy Eldine Gonzalez Parsons,
L Susan Brown, Joseph Dejacque, Brian Morris, Murray Bookchin, Louis Auguste
Blanqui, James Guillaume, Pierre Monatte, Luigi Fabbri, Benedict Broutchoux
(Benoit Broutchoux), Johann Rudolf Rocker, Christiaan Gerardus Cornelissen,
Alexander Berkman, Gregori Petrovich Maximoff, Eric Arthur Blair (George
Orwell), David Director Friedman, Friedrich Wilhelm Joseph Schelling, Soren
Aabye Kierkegaard, Arthur Schopenhauer, Charles Robert Darwin, Bertrand Arthur
William Russell, Charles W Morris, Hans Kung, Alexandre Kojeve, Louis
Hjelmslev, Jakob Johann von Uexkull, Algirdas Julien Greimas, Claude
Levi-Strauss, Maurice Merleau-Ponty, Thomas Albert Sebeok, Thure von Uexkull,
Ivan Illich, Yuri Mikhailovich Lotman, Valentine Nikolaevich Voloshinov,
Pramoedya Ananta Toer, Koentowijoyo, Umar Kayam, Georg Bernhard Lukacs von
Szegedin, Jacques Derrida, Jean Baudrillard, Friedrich Wilhelm Nietzsche,
Michel Foucault, Jean-Paul Sartre, Simone de Beauvoir, Marquis de Sade, Leopold
Von Sacher-Masoch, Centhini, Wedhatama, Ibn Arabi, Suhrawardi, Mulla Sadra,
Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin
Rumi), Sophocles, Summa Theologiae Thomas Aquinas, Wejangan Kawruh Beja Sawetah
Ki Ageng Suryo Mentaram, Louis Pierre Althusser, Jorge Francisco Isodoro Luis
Borges, Pierre Bourdieu, Edward Wadie Said, Judith Butler, Helene Cixous, Guy
Ernest Debord, Gilles Deleuze & Pierre-Felix Guattari, Umberto Eco, Antonio
Gramsci, Stuart Hall, Paul Du Gay, Donna J. Haraway, Gayatri Chakravorty
Spivak, Fredric Jameson, Arthur & Marilouise Kroker, Jean-Francois Lyotard,
Mark Poster, Paul Virilio, Raymond Henry Williams, Gaston Bachelard, Mikhail
Bakhtin, Georges Canguilhem, Jean Cavailles, Marcel Mauss, Emile Benveniste,
Noam Chomsky, Georges Dumezil, Gerard Genette, Roman Jakobson, Christian Metz,
Michel Serres, Fernand Braudel, Georges Bataille, Emmanuel Levinas, Julia
Kristeva, Tzvetan Todorov, Luce Irigaray, Michele Le Doeuff, Carole Pateman,
Hannah Arendt, Ernesto Laclau, Alain Touraine, Maurice Blanchot, James Joyce,
Georg Simmel, Philippe Sollers, Marguerite Duras, Franz Kafka, Gianni Vattimo,
Paulo Freire, Frankfurter Schule: Theodore W. Adorno, Walter Benjamin, Erich
Fromm, Jurgen Habermas, Max Horkheimer, Leo Lowenthal, Herbert Marcuse, Oskar
Negt, Franz Leopold Neumann, Friedrich Pollock, Karl August Wittfogel,
Aeschylus, Aesop, Louisa May Alcott, Sherwood Anderson, Lucius Apuleius, Henry
Adams, Dante Alighieri, Aristophanes, Aristotle, Saint Augustine, Jane Austen,
Henri Barbusse, James M Barrie, Charles Baudelaire, William Beckford, Aphra
Behn, Arnold Bennett, Ambrose Bierce, William Blake, Giovanni Boccaccio,
Anicius Manlius Severinus Boethius, James Boswell, Anne Bronte, Charlotte
Bronte, Emily Bronte, Elizabeth Barrett Browning, Robert Browning, John Buchan,
John Bunyan, Fanny Burney, Edgar Rice Burroughs, Samuel Butler, Lord Byron,
Lewis Carroll, Willa Cather, Chariton, Geoffrey Chaucer, Robert Erskine
Childers, Kate Chopin, John Cleland, Samuel Taylor Coleridge, Wilkie Collins,
Comte de Lautreamont, William Congreve, Joseph Conrad, James Fenimore Cooper,
Pierre Corneille, Stephen Crane, Richard Henry Dana, Pedro Calderon de la
Barca, Pierre Choderlos de Laclos, Guy de Maupassant, Michel Eyquem de
Montaigne, Alexis de Tocqueville, Daniel Defoe, Charles Dickens, Emily
Dickinson, Denis Diderot, John Donne, Sir Arthur Conan Doyle, Theodore Dreiser,
John Dryden, Maria Edgeworth, George Eliot, Ralph Waldo Emerson, Olaudah
Equiano, Desiderius Erasmus, Eupirides, Henry Fielding, Edward Fitzgerald, F
Scott Fitzgerald, Gustave Flaubert, Theodor Fontane, Ford Madox Ford, Anne
Frank, Benito Perez Galdos, John Galsworthy, Elizabeth Gaskell, John Gay, Lewis
Grassic Gibbon, Andre Gide, Charlotte Perkins Gilman, George Gissing, Ellen
Glasgow, Oliver Goldsmith, Kenneth Grahame, George & Weeden Grossmith, H
Rider Haggard, Redclyffe Hall, Knut Hamsun, Thomas Hardy, Bret Harte, Nathaniel
Hawthorne, Eliza Haywood, Heliodorus, O Henry, William Hope Hodgson, James
Hogg, Friedrich Holderlin, Homer, William Dean Howells, Victor Hugo, Joris-Karl
Huysmans, Henrik Ibsen, Washington Irving, Henry James, William James, Sarah
Orne Jewett, Samuel Johnson, Ben Jonson, Immanuel Kant, John Keats, Charles
Kingsley, Rudyard Kipling, Karl Krauss, Thomas Kyd, Selma Lagerlof, Lao-Tsu, D
H Lawrence, Joseph Sheridan Le Fanu, M G Lewis, Sinclair Lewis, Jack London,
Henry Wadsworth Longfellow, Alfred Lord Tennyson, H P Lovecraft, Lucretius,
John Lyly, Niccolo Machiavelli, Henry Mackenzie, Ian Macpherson, Sir Thomas
Malory, Frederic Manning, Katherine Mansfield, Alessandro Manzoni, Christopher
Marlowe, Charles Robert Maturin, Herman Melville, John Stuart Mill, John
Milton, Margaret Mitchell, Moliere, Sir Thomas More, William Morris, Multatuli,
Robert Musil, Thomas Nashe, Eugene O’Neill, Ovid, Thomas Paine, Blaise Pascal,
Walter Pater, Marie-Madelaine Pioche de Lavergne, Luigi Pirandello, Plato,
Plutarch, Edgar Allan Poe, Alexander Pope, Marcel Proust, Francois Rabelais,
Jean Racine, Ann Radcliffe, Raymond Radiguet, John Reed, Samuel Richardson,
Rainer Maria Rilke, Frederick Rolfe, Edmond Rostand, Joseph Roth, Jean-Jacques
Rousseau, Raymond Roussel, Akutagawa Ryunosuke, Antoine de Saint-Exupery, Saki,
Sappho, Sir Walter Scott, William Shakespeare, George Bernard Shaw, Mary
Shelley, Percy Bysshe Shelley, Henryk Sienkiewicz, May Sinclair, Tobias George
Smollett, Somerville/Ross, Natsume Soseki, Edmund Spenser, Benedictus de
Spinoza, Gertrude Stein, Stendahl, James Stephens, Laurence Sterne, Robert
Louis Stevenson, Bram Stoker, Harriet Beecher Stowe, August Strindberg, Italo
Svevo, Jonathan Swift, John Millington Synge, William Makepeace Thackeray,
Dylan Thomas, Robert Tressell, Anthony Trollope, Mark Twain, Sigrid Undset,
Giovanni Verga, Jules Verne, Virgil, Voltaire, Johann Wolfgang von Goethe, Lew
Wallace, Horace Walpole, H G Wells, Nathanael West, Edith Wharton, Oscar Wilde,
Thomas Wolfe, Mary Wollstonecraft, Virginia Woolf, William Wordsworth, William
Wycherley, William Butler Yeats, Yevgeny Zamyatin, Stefan Zweig, Alexandre
Dumas, Honore de Balzac Miguel de Cervantes Saavedra, Emile Francois Zola,
Fyodor Mikhaylovich Dostoyevsky, Nikolai Vasilievich Gogol, Alexander
Sergeyevich Pushkin, Vasily Andreyevich Zhukovsky, Mikhail Yuryevich Lermontov,
Evgeny Abramovich Baratynsky, Konstantin Nikolayevich Batyushkov, Nikolay
Alexeyevich Nekrasov, Aleksey Konstantinovich Tolstoy, Aleksey Nikolayevich
Tolstoy, Afanasy Afanasievich Fet, Fyodor Ivanovich Tyutchev, Nikolai
Semyonovich Leskov, Ivan Sergeyevich Turgenev, Mikhail Yevgrafovich
Saltykov-Shchedrin, Ivan Alexandrovich Goncharov, Anton Pavlovich Chekhov, Ivan
Andreyevich Krylov, Vissarion Grigoryevich Belinsky, Aleksandr Ivanovich
Herzen, Aleksandr Sergeyevich Griboyedov, Aleksander Nikolayevich Ostrovsky,
Kozma Prutkov, Nikolay Alexeyevich Zabolotsky, Alexander Ivanovich Vvedensky,
Konstantin Konstantinovich Vaginov, Daniil Kharms, Ilya Arnoldovich Faynzilberg
& Yevgeniy Petrovich Kataev, Andrei Platonov (Andrei Platonovich
Klimentov), Mikhail Mikhailovich Zoshchenko, Yury K. Olesha, Issac
Emmanuilovich Babel, Aleksey Maksimovich Peshkov (Maxim Gorky), Michail
Aleksandrovich Sholokhov, Konstantin Simonov, Aleksandr Trifonovich Tvardovsky,
Mikhail Avanasyevich Bulgakov, Boris Leonidovich Pasternak,Georgii
Vladimirovich Ivanov, Vladislav Felitsianovich Khodasevich, Georgi Ivanovich
Gazdanov (Gaito Gasdanov), Mark Alexandrovich Landau (Mark Aldanov), Vladimir
Vladimirovich Nabokov, Yury Valentinovich Trifonov, Aleksandr Isayevich
Solzhenitsyn, Vasily Semyonovich Grossman, Konstantin Georgiyevich Paustovsky,
Jorge Luis Borges, Gabriel Jose Garcia Marquez, Milan Kundera, Pablo Neruda,
Juan Gelman, Sergio Pitol, Gonzalo Rojas, Alvaro Mutis, Jorge Edwards,
Guillermo Cabrera Infante, Mario Vargas Llosa, Dulce Maria Loynaz, Adolfo Bioy
Casares, Augusto Roa Bantos, Carlos Fuentes, Ernesto Sabato, Octavio Paz, Juan
Carlos Onetti, Alejo Carpentier, Miguel Angel Asturias, Gabriela Mistral,
Claribel Alegria, Joao Cabral de Melo Neto, Marjorie Agosin, Eduardo Galeano,
Homero Aridjis, Luis Fernando Verissimo, Augusto Monterroso, Ernesto Cardenal,
Jorge Amado, Carlos Drummond de Andrade, Fernando del Paso, Abel Posse, Manuel
Mejia Vallejo, Arturo Uslar Pietri, Mempo Giardinelli, Angeles Mastretta,
Roberto Bolano, Fernando Vallejo, Elena Poniatowska, Nicanor Parra Sandoval,
Juan Jose Arreola, Eliseo Diego, Julio Ramon Ribeyro, Nelida Pinon, Olga
Orozco, Juan Garcia Ponce, Cintio Vitier, Rubem Foncesa, Tomas Segovia, Carlos
Monsivais, Ernesto Mejia Sanchez, Jose Luis Martinez, Ruben Bonifaz Nuno, Ali
Chumacero, Gutierre Tibon, Ramon Xirau, Adolfo Bioy Casares, Andres Henestrosa,
Alnaldo Orfila Reynal, Joaquin Diez Canedo, German Arciniegas, Miguel
Leon-Portilla, Rafael Gutierrez Girardot, Jose Emilio Pacheco, Antonio Candido,
Ruben Dario, Savero Sarduy, Reinaldo Arenas, Cesar Vallejo, Jose Lezama Lima,
Jose Donoso, Julio Cortazar, Rachel de Queiroz, Autran Duorado, Lygia Fagundes
Telles, Cecilia Meireles, Joao Guimaraes Rosa, Erico Verissimo, Lucio Cardoso,
Ferreira Gullar.
Subscribe to:
Comments (Atom)